Kamis, 03 Januari 2019

Manajemen Pemasaran Internasional

Manajemen Pemasaran Internasional
 Merupakan suatu wadah aktivitas pemasaran yang menembus melewati batas lebih dari 1 (satu) teritori negara.

Manajemen pemasaran internasional adalah merupakan penerapan suatu konsep, prinsip, aktivitas, serta proses manajemen pemasaran didalam rangka penyaluran ide, barang dan jasa perusahaan kepada konsumen yang ada di berbagai belahan dunia.

Contoh : Perusahaan sekaliber Indofood yang telah memasuki pangsa pasar internasional, produknya telah sampai dibeberapa negara seperti Australia, Jepang, Belanda dan negara negara di Afrika dan Amerika

Seberapa penting peranan budaya dalam pemasaran global! Berikan contoh?
Pemasar internasional harus mengetahui pengaruh budaya dan harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan dihadapi akibat adanya aspek busaya ini. Hal ini karena setiap daerah dan batas wilayah memiliki budya yang berbeda-beda. Sehingga Dalam membuat produk, budaya merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi karakteristik produk tersebut.
Hal ini juga didasarkan pada perilaku pembelian dan kebutuhan konsumen didorong oleh norma-norma budaya. Latar belakang budaya juga mempengaruhi konsumen dalam mengolah informasi dan faktor yang memotivasi konsumen dalam melakukan pembelian. Perusahaan yang melakukan bisnis global berarti berhubungan dengan konsumen, mitra strategis, distributor dan pesaing dengan pola pikir budaya yang berbeda.

Contoh : Bagaimana Mc Donald menyesuaikan budaya makan di setiap-setiap negara sehingga, Mc Donald menyesuaikan menu yang ada di gerai-gerai mereka dengan budaya makan di negara tertentu.

Perencaan Strategis yang cocok untuk UKM dalam menghadapi tantangan pasar global
adalah investasi untuk tumbuh (invest to grow ), dimanamerupakan sebuah strategi pasar yang 
offensive untuk menginvestasikan sumberdaya pemasaran untuk pengembangan pasar atau posisi produk dipasaran. Dalam menghadapi tantangan global, UKM atau perusahaankecil/sedang berkembang, seharusnya menganalisis beberapa faktor yangdapat meningkatkan keunggulan kompetitif produknya di pasaran, yaituditinjau dari segi diferensiasi produk dan pasar, keunggulan biaya sertakeunggulan pemasaran.Beberapa faktor utama yang membentuk keunggulan kompetitif dari suatubisnis, antara lain:
Keunggulan diferensiasi pasar, yang meliputi peningkatan kualitas produk,pelayanan, dan brand image.
Intensitas persaingan pasar, yang meliputi biaya unit, biaya transaksiserta pengeluaran pemasaran.
Akses pasar, yang meliputi pangsa pasar, penghargaan, merek dandistribusi.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, perusahaan dapat bertahan dan secara perlahan akan terus berkembang dan dapat memantapkanposisinya dalam persaingan pasar

Tahap-tahap menjadi pemasar Internasional
1. No Foreigen Marketing
Perusahaan sudah berhubungan dengan dunia Internasional tetapi bukan karena inisiatif atau belum ada usaha sendiri untuk memasarkan ke pasar luar negeri, pelanggan asing datang ke perusahaan, atau atas usaha eksportir
2. Infrequent foreigen Marketing
Perusahaan mulai memasarkan sendiri ke pasar luar negeri tetapi jika hanya mempunyai surplus produksi. Apabila pasar domestik masih mampu menanganinya, kegiatan ini akan ditinggalkan. Pada tahap ini belum ada penyesuaian organisasi maupun produknya untuk pasar Internasional.
3. Reguler foreigen Marketing
Produsen sudah mempunyai perencanaan untuk memasarkan produknya ke pasar asing melalui penyalur domestik atau distributor asing. Tujuannya untuk melakukan ekspansi pasar domestik dan sudah mulai untuk memahami kebutuhan maupun keinginan pasar Internasional.
4. Global Marketing Operations
pada phase ini, produsen benar-benar telah terlibat dengan dunia Internasional secara global. Kegiatannya tidak hanya sebatas pemasaran saja, tetapi sudah merencanakan operasional produksi maupun organisasi bersaing dipasar dunia.

Pengaruh E-Marketing pada pemasaran Global 
menunjukkan seberapa efektif dan aktif akun mediasosial perusahaan-perusahaan ini. Menurut temuan ini kita dapat menyimpulkan bah!a perusahaan-perusahaan Amerika lebih mampu untuk menerapkan strategi yang diperlukandan bila dibandingkan dengan penggunaan media sosial perusahaan Turki. Industri dinamis seperti fashion harus berusaha lebih besar pada penggunaan media sosial daripada industrikon sensional seperti roti dan ini sangat mempengaruhi jumlah follower mereka. Dalam kedua industri.Halaman bisnis facebook perusahaan-perusahaan Amerika 'memenuhi kebutuhan dan harapan sedangkan akun twitter mereka bisa didefinisikan masih dibawah faktor yang ditentukan. Di sisi lain perusahaan Turki menunjukkan Rata-rata sukses dalam hal halaman   Facebook  mereka  namun  mereka  terbelakang  dan mengabaikan akun twitter.

Akhirnya kami menemukan bahwa perusahaan yang sama dalam ukuran dan ruang lingkup mungkin memiliki pendekatan yang berbeda untuk penggunaan strategis media sosial dan  perbedaan  ini  menjadi  jelas  ketika perbandingan  sistematis  dibuat  antara  mereka. Saran utama  dari makalah  ini  untuk UKM  adalah  menggunakan  sosial  media sebagai  alat pemasaran yang  kompetitif  mereka  harus  menghabiskan  waktu  untuk  membuat kekayaan isi untuk menarik perhatian target pelanggan mereka. Selain itu, mereka juga harus lebih tulus dalam  berkomunikasi  dengan  target  pelanggan  mereka dan  harus  memilih  untuk berkomunikasi dalam gaya yang lebih ramah dan merespon dengan cara cepat untuk semuaupaya komunikasi dengan pelanggan mereka.